Tampilkan postingan dengan label kangen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kangen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2018

22 dan banyak cerita lainnya.

Sudah hampir seminggu saya berusia 22 tahun.
Akhirnya.
Setelah banyaknya hal ajaib yang sudah terjadi,,,ternyata saya bisa melaluinya dengan baik hwhwh.

Banyak yang sudah terjadi dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu memang saya tidak menulis surat saat ulang tahun di blog ini. sebenarnya saya buat di blog saya yang satunya, tapi kemudian saya hapus beberapa bulan kemudian hhh.

banyak hal ajaib yang terjadi selama 2 tahun terakhir.

saya putus cinta.
berat badan turun ke angka yang sangat drastis mengerikan.
Saya akhirnya kuliah.
saya sempat resign (tidak 100% resign tapi mencoba melamar kerja dan melakukan banyak interview).
saya akhirnya jalan-jalan ke bandung.
saya kehilangan sahabat baik.
saya jatuh cinta lagi.
dan sekarang patah hati lagi.

doooh, perasaan masalah hidup begini mlulu wqwq.

2 tahun terakhir indah sekali.

banyak ketawa dan nangis,,,banyak juga ketawa sambil nangis. sampai gak tau ini sebenarnya yang saya rasa itu sedih atau senang.

banyak yang bilang saya makin cengeng, jadi makin sensitif. dulu saya sempat malu dan rasanya sebal, ingin sekali bisa berubah dan menjadi lebih dewasa sedikit dan tidak gampang cengeng serta sensitif.

tetapi kemudian saya tersadar, memang definisi dewasa sendiri itu gimana sih?
menjadi dewasa kok jadi menyebalkan banget ya, gak bisa mengekspresikan perasaanmu dengan bebas?

tetapi barangkali ya mungkin begitulah menjadi dewasa. harus pandai-pandai menyembunyikan dan mengatur perasaan dengan baik.

hubungan saya dan orangtua akhirnya membaik. sudah tidak lagi pernah cekcok. saya belajar mengalah dan menuruti semua keinginan ibu. meski kadang kalau saya sedang dalam perasaan yang kacau entah itu pengaruh tekanan kerja di kantor atau karena mau haid, kadang saya masih suka kelepasan dan suka marah sama ibu.

tetapi sudah tidak terlalu sering. bagaimanapun juga saya sudah sangat senang sekali didukung penuh oleh ibu untuk kuliah. jadi saya mencoba menjadi anak yang berbakti.

saya akhirnya kuliah. bukan di kampus yang terlalu terkenal memang. tapi tak masalah. yang penting adalah ilmunya.

rasanya menyenangkan tapi juga rumit. mencari teman ternyata tidak mudah karena mayoritas teman sekelas sudah banyak yang menikah. mungkin karena saya sudah terbiasa bekerja sendiri di kantor jadi tidak tertarik untuk basa-basi dan menjalin hubungan lebih dengan orang asing selain untuk urusan bisnis atau perasaan hati saja.

saya kaget saat mendapati bahwa saya ternyata bisa juga seperti ini. padahal dulu saya selalu bersemangat untuk berkenalan dengan orang baru. di kampus dan kelas, saya cukup kesulitan jika mendapat tugas kelompok atau sekadar menghabiskan waktu dengan seseorang saat kelas kosong.

yang kedua sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah karena sebagian besar kelas saya hanya di malam hari dan saat sampai kampus biasanya juga sudah mepet jam kelas. jadi saya jarang kumpul di luar lingkungkan kelas. yang pertama ini cukup bikin ribet. beberapa kali ada tugas kelompok, saya selalu mendapat teman yang ajaib. di satu sisi sebenarnya ini menarik karena saya selalu dapat anggota yang berbeda terus tergantung siapa yang mau menerima dan berpasangan dengan saya. di satu sisi ini juga jadi melelahkan karena watak mereka berbeda semua.

dulu saya sempat heran dengan orang dewasa kenapa suka malas menjalin hubungan baru dengan orang lain. sekarang saya sedang mengalami fase itu. rasanya sayang banget buang-buang waktu hww.

tapi selebihnya menyenangkan. meski saya kesulitan mencari teman (saya sendiri sebenarnya tidak terlalu tertarik juga sih), kelas dan ilmu yang saya dapat sudah sangat menarik dan membuat saya benar-benar jadi belajar banyak hal baru. ketika tulisan ini saya buat, sudah hampir satu semester berjalan. beberapa hari lagi saya siap menjalani UAS semester pertama.

kadang masih suka tidak percaya kalau saya akhirnya benar-benar kuliah hhe.

2 tahun terakhir juga banyak keajaiban tak terduga yang terjadi dalam kehidupan cinta. saya patah hati, jatuh cinta, patah hati lagi, jatuh cinta lagi, dan sekarang patah hati lagi.

dari semua itu, patah hati yang terakhir yang paling sakit.

karena,

momen dimana saya menyadari bahwa saya jatuh cinta pada lelaki itu, pada momen itu juga saya tersadar bahwa saya tidak akan pernah bisa bersama.

saya tidak pernah tau siapa dia. susah sekali masuk ke rumahnya. temboknya terlalu tinggi.

dia laki-laki yang sangat baik.
ini pertama kalinya saya memperkenalkan sosoknya pada sahabat saya. dan mereka semua menyukainya.
dia laki-laki yang baik.
bersama dia, saya belajar banyak hal.
saya jadi tau bahwa kadang warna hitam itu bisa sangat berwarna.
saya jadi belajar lebih mencintai diri saya sendiri.
saya jadi belajar untuk lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat saya.
saya jadi belajar dan tiba-tiba ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi.

dia jarang mengungkapkan emosi dan perasaannya.
saya suka jika dia marah.
bahkan kadang saya suka memancing agar dia marah.
karena saat ia marah, saya jadi bisa melihat emosi yang ia miliki. 

dulu waktu sama yang sebelumnya, saya selalu benci kalau dia sedang marah-marah atau nyinyir.
sama laki-laki ini saya malah senang kalau dia sedang marah dan nyinyir.

kalau dia sedang mode sinis seperti itu, saya jadi banyak ketawa. lucu melihatnya mampu mengeluarkan ekspresi seperti itu.

tapi sudah.

sepertinya emosi dan ekspresi yang bisa ia keluarkan hanya mode sinis saja.

seiring berjalannya waktu, kerap timbul perasaan aneh.
saya mulai penasaran bagaimana penilaian dan pandangannya tentang saya.
apa yang ia rasakan pada saya.

beberapa waktu lalu saya menanyakan hal tersebut kepadanya.
dan ia tidak menjawab.

tetapi tidak memberikan jawaban bukannya termasuk sebuah jawaban?

saya ingat ketika selesai mengutarakan perasaan saya dan tidak mendapat jawaban, saya mengucapkan maaf.

hari ini saya menyadari sebuah kebodohan.

beberapa tahun lalu saya pernah menulis di blog ini kalau mengungkapkan perasaanmu itu bukan suatu kesalahan. perasaan yang kamu rasakan itu nyata terjadi dan kamu tidak perlu minta maaf akan hal tersebut.

tapi yang saya lakukan malah meminta maaf kepada laki-laki itu. meminta maaf karena memiliki perasaan-perasaan yang seharusnya tidak perlu.

saya tidak tau harus senang atau sedih setelah momen itu berlalu.

di satu sisi rasanya menyenangkan karena bisa mengungkapkan semuanya. saya tidak suka memendam. rasanya perih.

tapi setelah mengungkapkan malah semakin perih.

tetapi biarlah.

saya tau ia memiliki banyak alasan sendiri kenapa tidak menjawab. dan memilih untuk tidak menjawab sebenarnya juga sebuah jawaban.

tapi karena hal ini, entah mengapa respek saya berkurang dan saya ingin melabeli sosoknya sebagai pengecut.

tapi yaudahlah. 
saya gak tau juga sih misal dia memberi jawaban saya mau apa.

tapi yang jelas, meski saat ini hubungan kami sudah menjadi aneh dan tidak bisa seperti dulu, saya lega karena sudah berani bicara. 

setelah dipikir lagi, sebenarnya tidak terlalu penting bagaimana penilaian dan perasaan yang ia miliki untuk saya.

masih ada orang yang mau menyisakan sedikit waktunya untuk saya saja sudah cukup.

saya bahagia dan tidak menyesal karena mengenal dan berani mengungkapkan apa yang saya rasa dan mengganjal benak saya.
dia membuat saya berani untuk bicara. dia membuat saya berani untuk menjadi diri saya sendiri. 

pada beberapa kesempatan, kadang saya suka melamun memikirkan mana yang lebih sedih antara sudah tidak lagi bisa bersamanya atau tidak mengungkapkan apa yang saya rasa.

saya memilih untuk menahan rasa sakit (jika ada) tidak lagi bisa bersamanya.

bersama dan mengenal dia saya belajar banyak hal. dia mengajari saya untuk berani menjadi diri sendiri dan berani.

mungkin rasanya akan sedih sudah tidak lagi bisa bebas berbagi tentang banyak hal dan tumbuh bersama.

tapi, ah.
perasaan cinta itu membebaskan.
maka lepaskan.


***

22.

angka kembar bagi si zodiak dengan lambang kembar.

sudah tidak lagi bisa disebut sebagai anak kecil.

tidak banyak yang saya pinta pada usia baru ini.

kepada Maila yang beberapa hari lalu tepat berusia 22, 

semoga di usia barumu ini kamu terus diberi nikmat sehat dan kekuatan untuk terus selalu berjalan. banyak petualangan ajaib yang menunggu di depan sana. saya yakin, seperti yang sudah-sudah: kamu pasti bisa melaluinya dengan baik.

menjadi dewasa itu sulit, maka jalanilah dengan penuh rasa riang gembira dan ceria. sesekali menangis tak apa. menangis terus juga tidak masalah. tidak ada yang salah dengan mengeluarkan semua perasaan yang kamu miliki dan rasakan. menangis bukan tanda kamu lemah. berani mengeluarkan apa yang kamu rasakan  bukan suatu kesalahan.

menjadi dewasa itu tidak pernah mudah. hidup itu keras dan akan ada banyak terus cobaan dan petualangan dengan level-level baru yag terus menunggu di depan sana. selalu ingat untuk terus bersyukur dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. terus berjalan.

tabah, jangan rebah.

beranjak dewasa itu sulit,
maka kamu harus riang dan gembira menjalaninya.

kamu pasti bisa.

Rabu, 17 Juni 2015

19

Hellooooooooooooooooo

ampun dah.

Setelah akhirnya kamu mengira tidak akan pernah bisa melewati semuanya-toh akhirnya bisa juga. Dan hei, tuhan begitu baik padamu-masih memberikanmu nikmat bernafas dan menulis ini. 

Selamat tanggal 17 Juni yang ke-19!

***

Sebelumnya,
ada banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu-tetapi ah sepertinya kita sudah terlalu banyak berbicara pada tiap-tiap malam.

18 tahun yang indah bukan?
Kau bertemu banyak orang baru tahun ini-meskipun sebagian besar dari mereka tidak sebaya denganmu dan tidak juga menenteng buku dan laptop sambil berbicara padamu mengenai tugas-tugas kuliah tetapi malah membicarakan tentang laporan mingguan yang salah, pelanggan yang tak ramah dan kepanikan karena pesanan barang tak kunjung datang.

18 tahun yang indah bukan?
Merasakan memegang gaji pertama dan bisa bangun lewat dari pukul setengah 7 tanpa harus merasakan kepanikan. Bisa pergi dengan baju bebas terbaik yang menurutmu pantas kamu kenakan hari itu tanpa harus mengenakan kemeja putih yang kadang kerap membuatmu merasa cupu.

18 tahun yang indah bukan?
Bisa mulai membeli beberapa hal yang kamu suka dengan hasil kerja kerasmu sendiri tanpa harus merengek terlebih dulu kepada orangtua. Bahkan bisa berbagi kepada mereka pula.

18 tahun yang indah bukan?
Mengenal beberapa teman baru dan juga kehilangan beberapa teman lama. Kamu sedikit demi sedikit akhirnya bisa mendefinisikan dengan baik apa itu teman dan sedikit banyak belajar agar bisa berarti bagi hidup orang lain.

18 tahun yang indah bukan?
Tetapi meskipun indah, kamu tidak mau selamanya akan seperti ini kan?

***

Di hari terakhirmu berusia belasan ini, apa yang akan kau lakukan?

Tadi pagi kamu mengawali hari dengan sesuatu yang sehat-Buang air besar. Beberapa ahli menyebutkan BAB di pagi hari itu sesuatu yang bagus bukan? Nah kuharap 19 tahunmu juga demikian. Berjalan dengan lancar dan baik-baik saja,kawan.
Di usia belasan terakhirmu ini, bisakah kau untuk lebih banyak mendengarkan dirimu sendiri?

Oh, bukan itu maksudku.
Aku tau setiap hari toh kamu memang mendengarkan dirimu sendiri- tetapi yang kuminta adalah sebenar-benarnya mendengarkan. 

Cobalah latih untuk berfikir panjang. Kepalamu itu keras sekali kalau diminta untuk memutuskan. Selalu kebingungan. Selalu bimbang dan ujungnya membuat keputusan yang salah. Ayolaaaaaaaahhh...

Di usia belasan terakhirmu ini, bisakah kau untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama keluargamu?

Waktu berlalu sangat cepat, kau tau itu bukan kawan? Dan hei, jangan pernah main-main dengan mereka. Dalam sekejap mata-kau tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi termasuk bila seandainya saja tiba-tiba kau kehilangan keluargamu bahkan dengan cara yang paling aneh sekalipun.

Selalu luangkan waktu untuk mereka di akhir pekan-dan bukannya malah kau habiskan waktumu dengan kekasihmu. Setidaknya kan pada hari-hari kerja kau sudah banyak meluangkan waktu untuk pekerjaanmu, sisihkanlah pula untuk keluargamu-suatu hal yang bisa kau sebut rumah; tempat kembali.

Akan kukatakan pula padamu agar jangan pernah kau tidak berpamitan pada orangtuamu setiap akan keluar rumah. Juga jangan pernah kau pergi dari rumah dalam keaadaan marah. Kau tau? aku habis kehilangan orang kesayanganku dan mengalami perpisahan dalam keadaan marah, ah rasanya tersiksa sekali kawan.

***

Hei,
Beberapa waktu lalu aku bertemu dengan 2 orang anak kecil laki-laki yang sedang menunggu pesanan siomay-nya dibuatkan, Kira-kira mereka berusia 4 dan 6 tahun. Kau tau apa yang mereka bicarakan sambil menunggu pesanan mereka dibuatkan?

Cita-citamu apa do?
Itu kata pertama yang akhirnya menimbulkan perdebatan diantara mereka.

Kau tau? kala itu aku hanya memandang mereka dengan tertegun sekaligus heran.

Benarkah mereka berusia 4 dan 6 tahun?

Tetapi terlepas dari itu semua, aku jadi tak lagi berselera untuk menyantap pesanan siomay-ku dan berfikir keras dalam hati.

Cita-cita.

Bagaimana dengan cita-citaku?

Dan, hei, bahkan apa cita-citamu,kawan???!!!

Uhm,
Hidup yang sungguh ajaib ya. Selama 18 kemarin, aku mengalami banyak hal dalam hidup dan entah mengapa sudah tak ingat lagi dengan apa yang aku cita-citakan, Bagaimana denganmu?

Di usia terakhir belasanmu kali ini, bersediakah kau untuk memikirkan kembali cita-citamu?

Dan
Berusaha
Untuk
Membuatnya
Menjadi
Nyata?

Aku sendiri,,,entahlah.
Yang ada di fikiranku tiap ada orang yang mengatakan cita-cita...sepertinya masih berkabut. Belum terbayang dengan jelas.

Aku hanya ingin hidup- dengan menghasilkan sebanyak-banyaknya manfaat yang berguna bagi kehidupan orang lain. Dan tetap bisa juga membeli buku-buku yang kusuka setiap bulannya.

Ampun.

Aku tidak bisa membedakan apa yang aku inginkan dan aku butuhkan :'(

***

Jadi kawan,

Tidak peduli banyak atau tidaknya yang mengucapkan selamat mengalami pergantian usia padamu. Tidak peduli sebagaimana buruknya hari pertamamu,
berjanjilah padaku untuk tetap tersenyum.

Tetap percaya pada keyakinan-keyakinan yang selalu kau pegang teguh kebenarannya.

Kau tau, memang rasanya tidak mudah untuk tidak bersedih pada hari-hari sensitif seperti hari ini. Kecewa karena tidak banyak yang mengingat-padahal kamu telah berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi orang-orang. Tetapi tak apa. Barangkali orang-orang itu akan mengingatmu dengan cara yang lain.

Tak apa tak mendapat ucapan selamat ketika pergantian usiamu.
Setidaknya, semoga mereka mau membacakan doa dan yasin untuk hari kematianmu nanti.

Dan,
Ah,

Selamat menuliskan cerita usia belasan terakhirmu, kawan!

Aku sayang padamu, kau tau itu bukan?

Kamis, 11 Desember 2014

heuheu

heuheu

izinkan saya buat nunggu kamu ya,
izinkan saya memantaskan diri buat kamu.

saya pengen menjadi pilihan kamu.
yang selalu kamu sebut dalam tiap doa bersama orang-orang yang kamu sayang lainnya
menjadi alasan kamu tertawa, alasan kamu menangis dan terus berjuang menjadi lebih baik.

saya pengen menjadi 'satu' bersama kamu.
'berdua' dengan segala mimpi dan cita-cita kita.
lalu kita sama-sama bahagiain orang-orang kesayangan kita, kita buat mereka bangga sama kita.

dengan setia saya bakal nunggu disini
doakan saya supaya nggak tergoda dengan godaan laki-laki berkumis tipis dan memiliki cara jalan yang menggoda ya...hhh

nanti, saya akan selalu menemani disaat susah dan senangmu; susah senangnya kita.
nanti, saya akan menghibur di saat tawa dan lelahmu; tawa lelahnya kita.
nanti.
nanti,
nanti kita pasti bakal bersama. entah itu di dunia atau mungkin di akhirat.

saya percaya kok capeknya kamu, capeknya saya bakal dikasih bahagia yang sepadan sama tuhan.
tetapi bila seandainya bukan saya yang digariskan tuhan sama kamu; saya nggak akan nyesel ataupun marah.

saya tetap senang, tetap bahagia, tetap bangga karena bisa pernah tumbuh sama kamu.

ingat ya,
jangan pernah lelah mencari saya
saya selalu disini. nunggu. dan inshaallah setia.

sekarang, yang kamu butuhkan adalah mencari kebahagiaan kamu sendiri, cita-cita kamu, mimpi-mimpi kamu, apa-apa yang dulu pernah kamu idamkan tapi kini kamu tepis karena melihat sepertinya tidak mungkin kamu wujudkan.

ayo, kamu cari itu lagi, bagi sama saya dan kita wujudin bareng. saya nggak mau punya pasangan yang ngga berani mimpi. yang nggak punya mimpi. yang mimpinya rendah.
buat bermimpi; sesuatu yang sangat gratis dan mudah aja dia nggak berani, apalagi buat bertanggung jawab saat sudah menjadi pasangan saya nanti.

nggak.

pokoknya kamu bahagian diri kamu sendiri dulu ya, baru bahagiain saya. nanti biar tangan tuhan yang bekerja untuk menunjukkan hasilnya.

ingat ya, saya tidak akan pernah lelah nunggu kamu disini. karena entah mengapa; saya menemukan diri saya dalam diri kamu.

maaf seandainya bila saya terlalu membebani ataupun menuntut kamu ya, saya tidak pernah bermaksud.

dari saya,
yang menunggu kamu disini

heuheu :3

Sabtu, 03 Mei 2014

everything change, people too

*post ini saya buat bukan hanya untuk 1 orang. tetapi untuk banyak orang entah pembaca setia blog saya ataupun yang baru baca blog saya. untuk orang yang tidak mengenal saya atau sudah mengenal saya*

''...karena terkadang, orang yang sudah dekat dan mengenal kita hingga puluhan tahun pun mungkin tidak pantas disebut teman,pacar ataupun sahabat. mereka mungkin lebih pantas disebut kenalan. karena disadari atau tidak, ketika kita merasa dan menganggap kita sudah mengenal mereka; sebenarnya kita tidak mengenal sama sekali'' (Quote by: maila'ul)



hai, apa kabar.
aku barusan mengingatmu. sebenarnya tidak hanya barusan. setiap saat aku selalu mengingatmu.
gombal?
terserah kau saja lah, yang jelas aku jujur.

hai, apa kabar.
sudah berapa lama kita saling kenal?
1 tahun? 2 tahun? 3 tahun? 4 tahun? 5 tahun? 10 tahun? 15 tahun?
lama sekali ya rasanya.
tapi entah mengapa, akhir-akhir ini,,,aku malah seperti tidak mengenalmu.

mungkin ini yang dinamakan kejenuhan, kebosanan atau apapun itu orang biasa sebut yang sering terjadi dalam sebuah hubungan.
tapi apa benar yang kurasakan padamu ini adalah bosan?

ah, bila aku melihatmu tertawa seperti itu, entah mengapa aku seperti melihat orang asing yang baru pertama kali bertemu denganmu.
kau berubah.
atau mungkin aku?

aku ingat, tiba-tiba saja entah mengapa bertemu denganmu justru tidak lagi menceriakan hariku.
aku ingat juga hari itu. saat kita hanya diam di sebuah ruangan-dengan jarak yang sangat dekat.
kita dekat. sangat dekat-bahkan aku bisa meraih,merengkuh dan memelukmu.
namun entah mengapa aku justru merasa jauh. seperti ada jurang besar yang memisahkan kita.

kita dekat. sangat dekat. tetapi entah mengapa aku seperti tidak mengenalmu.

keberadaanmu sepertinya tak pernah lagi ku inginkan, aku seperti muak bila melihatmu.
namun jujur saja, bila aku jauh darimu-aku rindu.

ah, aku rindu masa lalu. saat perkenalan kita pertama kali dulu, saat kita masih belum mengetahui satu sama lain-sedang dalam proses pengenalan-mencoba menggali isi hati kita masing-masing.
sekarang, sepertinya aku sudah terlalu mengetahui bagaimana dirimu. dan itu membuat hubungan kita tidak menarik lagi.

menyebutkan apa kesukaan dan apa yang kau benci bisa dengan mudah kulakukan. tetapi, apakah bila kita sudah saling mengetahui kesukaan masing-masing pantas disebut sudah saling mengenal?

aku jadi ingat kata pepatah; ketika kita berfikir bahwa kita tau, sebernarnya kita tidak tau.

ah, ingatkah kau saat awal perkenalan kita dulu?
jujur saja, kau pasti menganggap aku orang yang aneh kan? atau bahkan mungkin dulu kau sempat benci kepadaku?
coba ingat baik-baik bagaimana penilaianmu dulu padaku

.
..
...

sudah?

bagaimana? dulu kau memang menganggapku aneh bukan? bermata kecil dan sipit, berpipi tembam berwajah aneh?

dan hei, sekarang kau malah menjadi dekat denganku!

pernahkah kau disaat malam sebelum tidur memikirkan kembali awal perkenalanmu dulu denganku?

lalu coba, ingatkah saat obrolan pertama kali kita kala itu?
yang bermula dari pertanyaan basa-basi membahas satu topik yang lantas membahas berbagai topik hingga kita tidak menyadari bahwa waktu telah berlalu hingga berjam-jam dan diakhiri dengan tidak mau berpisah dan janji besok akan mengobrol lagi?

ingatkah?

atau pada saat kita mencoba menguraikan dan menceritakan kesukaan dan minat kita masing-masing, pada saat kita mencoba mencari kesamaan dan kecocokan, pada saat kita menceritakan apa yang kita benci dan tanpa sadar ikut membenci apa yang kita benci?

seperti kamu yang tak suka hal-hal berbau korea dan akupun ikut membencinya.

ingatkah juga pada saat kita mendapat permasalahan untuk yang pertama kali? pada saat kita terlibat kesalahpahaman yang membuat kita harus berpisah sementara waktu.
saat kesetiaan dan rasa sayang kita diuji apakah hubungan kita ini pantas berlanjut atau tidak.

saat kita mencoba berbaikan kembali, mencoba melupakan masalah yang ada, mencoba saling menerima kembali; memulai dari awal.

lalu kita pun mulai tertawa kembali. menguraikan mimpi kita masing-masing, berbagi, menangis bersama dan saling berjanji dalam hati untuk tidak mengecewakan satu sama lain dan melupakan.

ingatkah hari itu?

saat hujan datang dan kita habiskan dalam diam sambil menengguk kopi kita masing-masing?
saat hujan datang dan kita terobos dengan penuh keberanian?

saat aku yang menemanimu menunggu dijemput kekasihmu?
saat kita mencoba mencari tau bersama-sama siapakah adik dan kakak kelas yang cute itu?
saat kita menghayal bersama-sama dapat bersanding dengan lelaki-lelaki pilihan kita?
saat kamu dikecewakan kekasihmu pun saat kau bahagia dan dengan segera kamu bagi denganku?

saat kita menertawakan sesuatu yang kita berdua anggap lucu namun mendapat tatapan aneh dari orang karena tidak tau dimana sisi lucu dari apa yang kita tertawakan itu?
saat kita menangis bersama untuk masalah dan duka yang menghampiri kita, saat kita saling berpegang tangan; mencoba menguatkan satu sama lain?
saat aku ataupun kamu dengan berani menegur satu sama lain atas kesalahan yang kita perbuat dengan harapan bisa berubah?

dan pada saat hari itu,
saat kita kembali terlibat masalah ataupun saat kau yang sudah menemukan dunia barumu dan tertawa bersama orang baru yang lebih-menyenangkan, lebih baik daripada aku.

everything change, people too.

I know that.

tapi entah mengapa, saat hal itu benar-benar terjadi, rasanya sungguh menyakitkan sekali.

seandainya aku mengatakan bahwa aku merindukan kamu yang dulu, seperti salah satu lirik lagu, apakah itu boleh?

bukan berarti aku membenci dirimu yang sekarang,tidak.

aku tau, kamu tidak berubah. kamu hanya tumbuh-menjadi dewasa-
tapi jujur saja, aku tidak suka. aku seperti tidak mengenalmu.

atau bahkan sebenarnya -a-k-u-m-e-m-a-n-g-t-i-d-a-k-m-e-n-g-e-n-a-l-m-u

sebuah hubungan agar bisa bertahan memang butuh chremisty. tapi bila rasa itu hilang apa memang benar harus ditinggalkan?

tak bisakah bila terus bertahan?

lalu sekarang bagaimana?
aku sudah mencoba mempertahankan, namun entah mengapa kamu sepertinya tidak melihat pun menyadari hal itu.

tidak rindukah kamu saat kita tertawa lepas bersama dulu?

aku memiliki satu permintaan untukmu, yang kutau meskipun sulit-
aku merindukan kamu yang dulu.
bukan kamu yang sekarang yang sibuk dengan duniamu.

aku ingin kita seperti dulu,
menguraikan kesalahpahaman kita,
meruntuhkan dinding yang memisahkan kita,
mencairkan es dan rasa egois yang ada pada diri kita,
kembali tertawa bersama.

setidaknya, ada alasan yang baik mengapa aku masih harus tetap bertahan berada di tempat yang penuh kepalsuan ini; karena adanya dirimu