Tampilkan postingan dengan label YNWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YNWA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2018

22 dan banyak cerita lainnya.

Sudah hampir seminggu saya berusia 22 tahun.
Akhirnya.
Setelah banyaknya hal ajaib yang sudah terjadi,,,ternyata saya bisa melaluinya dengan baik hwhwh.

Banyak yang sudah terjadi dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu memang saya tidak menulis surat saat ulang tahun di blog ini. sebenarnya saya buat di blog saya yang satunya, tapi kemudian saya hapus beberapa bulan kemudian hhh.

banyak hal ajaib yang terjadi selama 2 tahun terakhir.

saya putus cinta.
berat badan turun ke angka yang sangat drastis mengerikan.
Saya akhirnya kuliah.
saya sempat resign (tidak 100% resign tapi mencoba melamar kerja dan melakukan banyak interview).
saya akhirnya jalan-jalan ke bandung.
saya kehilangan sahabat baik.
saya jatuh cinta lagi.
dan sekarang patah hati lagi.

doooh, perasaan masalah hidup begini mlulu wqwq.

2 tahun terakhir indah sekali.

banyak ketawa dan nangis,,,banyak juga ketawa sambil nangis. sampai gak tau ini sebenarnya yang saya rasa itu sedih atau senang.

banyak yang bilang saya makin cengeng, jadi makin sensitif. dulu saya sempat malu dan rasanya sebal, ingin sekali bisa berubah dan menjadi lebih dewasa sedikit dan tidak gampang cengeng serta sensitif.

tetapi kemudian saya tersadar, memang definisi dewasa sendiri itu gimana sih?
menjadi dewasa kok jadi menyebalkan banget ya, gak bisa mengekspresikan perasaanmu dengan bebas?

tetapi barangkali ya mungkin begitulah menjadi dewasa. harus pandai-pandai menyembunyikan dan mengatur perasaan dengan baik.

hubungan saya dan orangtua akhirnya membaik. sudah tidak lagi pernah cekcok. saya belajar mengalah dan menuruti semua keinginan ibu. meski kadang kalau saya sedang dalam perasaan yang kacau entah itu pengaruh tekanan kerja di kantor atau karena mau haid, kadang saya masih suka kelepasan dan suka marah sama ibu.

tetapi sudah tidak terlalu sering. bagaimanapun juga saya sudah sangat senang sekali didukung penuh oleh ibu untuk kuliah. jadi saya mencoba menjadi anak yang berbakti.

saya akhirnya kuliah. bukan di kampus yang terlalu terkenal memang. tapi tak masalah. yang penting adalah ilmunya.

rasanya menyenangkan tapi juga rumit. mencari teman ternyata tidak mudah karena mayoritas teman sekelas sudah banyak yang menikah. mungkin karena saya sudah terbiasa bekerja sendiri di kantor jadi tidak tertarik untuk basa-basi dan menjalin hubungan lebih dengan orang asing selain untuk urusan bisnis atau perasaan hati saja.

saya kaget saat mendapati bahwa saya ternyata bisa juga seperti ini. padahal dulu saya selalu bersemangat untuk berkenalan dengan orang baru. di kampus dan kelas, saya cukup kesulitan jika mendapat tugas kelompok atau sekadar menghabiskan waktu dengan seseorang saat kelas kosong.

yang kedua sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah karena sebagian besar kelas saya hanya di malam hari dan saat sampai kampus biasanya juga sudah mepet jam kelas. jadi saya jarang kumpul di luar lingkungkan kelas. yang pertama ini cukup bikin ribet. beberapa kali ada tugas kelompok, saya selalu mendapat teman yang ajaib. di satu sisi sebenarnya ini menarik karena saya selalu dapat anggota yang berbeda terus tergantung siapa yang mau menerima dan berpasangan dengan saya. di satu sisi ini juga jadi melelahkan karena watak mereka berbeda semua.

dulu saya sempat heran dengan orang dewasa kenapa suka malas menjalin hubungan baru dengan orang lain. sekarang saya sedang mengalami fase itu. rasanya sayang banget buang-buang waktu hww.

tapi selebihnya menyenangkan. meski saya kesulitan mencari teman (saya sendiri sebenarnya tidak terlalu tertarik juga sih), kelas dan ilmu yang saya dapat sudah sangat menarik dan membuat saya benar-benar jadi belajar banyak hal baru. ketika tulisan ini saya buat, sudah hampir satu semester berjalan. beberapa hari lagi saya siap menjalani UAS semester pertama.

kadang masih suka tidak percaya kalau saya akhirnya benar-benar kuliah hhe.

2 tahun terakhir juga banyak keajaiban tak terduga yang terjadi dalam kehidupan cinta. saya patah hati, jatuh cinta, patah hati lagi, jatuh cinta lagi, dan sekarang patah hati lagi.

dari semua itu, patah hati yang terakhir yang paling sakit.

karena,

momen dimana saya menyadari bahwa saya jatuh cinta pada lelaki itu, pada momen itu juga saya tersadar bahwa saya tidak akan pernah bisa bersama.

saya tidak pernah tau siapa dia. susah sekali masuk ke rumahnya. temboknya terlalu tinggi.

dia laki-laki yang sangat baik.
ini pertama kalinya saya memperkenalkan sosoknya pada sahabat saya. dan mereka semua menyukainya.
dia laki-laki yang baik.
bersama dia, saya belajar banyak hal.
saya jadi tau bahwa kadang warna hitam itu bisa sangat berwarna.
saya jadi belajar lebih mencintai diri saya sendiri.
saya jadi belajar untuk lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat saya.
saya jadi belajar dan tiba-tiba ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi.

dia jarang mengungkapkan emosi dan perasaannya.
saya suka jika dia marah.
bahkan kadang saya suka memancing agar dia marah.
karena saat ia marah, saya jadi bisa melihat emosi yang ia miliki. 

dulu waktu sama yang sebelumnya, saya selalu benci kalau dia sedang marah-marah atau nyinyir.
sama laki-laki ini saya malah senang kalau dia sedang marah dan nyinyir.

kalau dia sedang mode sinis seperti itu, saya jadi banyak ketawa. lucu melihatnya mampu mengeluarkan ekspresi seperti itu.

tapi sudah.

sepertinya emosi dan ekspresi yang bisa ia keluarkan hanya mode sinis saja.

seiring berjalannya waktu, kerap timbul perasaan aneh.
saya mulai penasaran bagaimana penilaian dan pandangannya tentang saya.
apa yang ia rasakan pada saya.

beberapa waktu lalu saya menanyakan hal tersebut kepadanya.
dan ia tidak menjawab.

tetapi tidak memberikan jawaban bukannya termasuk sebuah jawaban?

saya ingat ketika selesai mengutarakan perasaan saya dan tidak mendapat jawaban, saya mengucapkan maaf.

hari ini saya menyadari sebuah kebodohan.

beberapa tahun lalu saya pernah menulis di blog ini kalau mengungkapkan perasaanmu itu bukan suatu kesalahan. perasaan yang kamu rasakan itu nyata terjadi dan kamu tidak perlu minta maaf akan hal tersebut.

tapi yang saya lakukan malah meminta maaf kepada laki-laki itu. meminta maaf karena memiliki perasaan-perasaan yang seharusnya tidak perlu.

saya tidak tau harus senang atau sedih setelah momen itu berlalu.

di satu sisi rasanya menyenangkan karena bisa mengungkapkan semuanya. saya tidak suka memendam. rasanya perih.

tapi setelah mengungkapkan malah semakin perih.

tetapi biarlah.

saya tau ia memiliki banyak alasan sendiri kenapa tidak menjawab. dan memilih untuk tidak menjawab sebenarnya juga sebuah jawaban.

tapi karena hal ini, entah mengapa respek saya berkurang dan saya ingin melabeli sosoknya sebagai pengecut.

tapi yaudahlah. 
saya gak tau juga sih misal dia memberi jawaban saya mau apa.

tapi yang jelas, meski saat ini hubungan kami sudah menjadi aneh dan tidak bisa seperti dulu, saya lega karena sudah berani bicara. 

setelah dipikir lagi, sebenarnya tidak terlalu penting bagaimana penilaian dan perasaan yang ia miliki untuk saya.

masih ada orang yang mau menyisakan sedikit waktunya untuk saya saja sudah cukup.

saya bahagia dan tidak menyesal karena mengenal dan berani mengungkapkan apa yang saya rasa dan mengganjal benak saya.
dia membuat saya berani untuk bicara. dia membuat saya berani untuk menjadi diri saya sendiri. 

pada beberapa kesempatan, kadang saya suka melamun memikirkan mana yang lebih sedih antara sudah tidak lagi bisa bersamanya atau tidak mengungkapkan apa yang saya rasa.

saya memilih untuk menahan rasa sakit (jika ada) tidak lagi bisa bersamanya.

bersama dan mengenal dia saya belajar banyak hal. dia mengajari saya untuk berani menjadi diri sendiri dan berani.

mungkin rasanya akan sedih sudah tidak lagi bisa bebas berbagi tentang banyak hal dan tumbuh bersama.

tapi, ah.
perasaan cinta itu membebaskan.
maka lepaskan.


***

22.

angka kembar bagi si zodiak dengan lambang kembar.

sudah tidak lagi bisa disebut sebagai anak kecil.

tidak banyak yang saya pinta pada usia baru ini.

kepada Maila yang beberapa hari lalu tepat berusia 22, 

semoga di usia barumu ini kamu terus diberi nikmat sehat dan kekuatan untuk terus selalu berjalan. banyak petualangan ajaib yang menunggu di depan sana. saya yakin, seperti yang sudah-sudah: kamu pasti bisa melaluinya dengan baik.

menjadi dewasa itu sulit, maka jalanilah dengan penuh rasa riang gembira dan ceria. sesekali menangis tak apa. menangis terus juga tidak masalah. tidak ada yang salah dengan mengeluarkan semua perasaan yang kamu miliki dan rasakan. menangis bukan tanda kamu lemah. berani mengeluarkan apa yang kamu rasakan  bukan suatu kesalahan.

menjadi dewasa itu tidak pernah mudah. hidup itu keras dan akan ada banyak terus cobaan dan petualangan dengan level-level baru yag terus menunggu di depan sana. selalu ingat untuk terus bersyukur dan berusaha untuk memberikan yang terbaik. terus berjalan.

tabah, jangan rebah.

beranjak dewasa itu sulit,
maka kamu harus riang dan gembira menjalaninya.

kamu pasti bisa.

Kamis, 11 Desember 2014

heuheu

heuheu

izinkan saya buat nunggu kamu ya,
izinkan saya memantaskan diri buat kamu.

saya pengen menjadi pilihan kamu.
yang selalu kamu sebut dalam tiap doa bersama orang-orang yang kamu sayang lainnya
menjadi alasan kamu tertawa, alasan kamu menangis dan terus berjuang menjadi lebih baik.

saya pengen menjadi 'satu' bersama kamu.
'berdua' dengan segala mimpi dan cita-cita kita.
lalu kita sama-sama bahagiain orang-orang kesayangan kita, kita buat mereka bangga sama kita.

dengan setia saya bakal nunggu disini
doakan saya supaya nggak tergoda dengan godaan laki-laki berkumis tipis dan memiliki cara jalan yang menggoda ya...hhh

nanti, saya akan selalu menemani disaat susah dan senangmu; susah senangnya kita.
nanti, saya akan menghibur di saat tawa dan lelahmu; tawa lelahnya kita.
nanti.
nanti,
nanti kita pasti bakal bersama. entah itu di dunia atau mungkin di akhirat.

saya percaya kok capeknya kamu, capeknya saya bakal dikasih bahagia yang sepadan sama tuhan.
tetapi bila seandainya bukan saya yang digariskan tuhan sama kamu; saya nggak akan nyesel ataupun marah.

saya tetap senang, tetap bahagia, tetap bangga karena bisa pernah tumbuh sama kamu.

ingat ya,
jangan pernah lelah mencari saya
saya selalu disini. nunggu. dan inshaallah setia.

sekarang, yang kamu butuhkan adalah mencari kebahagiaan kamu sendiri, cita-cita kamu, mimpi-mimpi kamu, apa-apa yang dulu pernah kamu idamkan tapi kini kamu tepis karena melihat sepertinya tidak mungkin kamu wujudkan.

ayo, kamu cari itu lagi, bagi sama saya dan kita wujudin bareng. saya nggak mau punya pasangan yang ngga berani mimpi. yang nggak punya mimpi. yang mimpinya rendah.
buat bermimpi; sesuatu yang sangat gratis dan mudah aja dia nggak berani, apalagi buat bertanggung jawab saat sudah menjadi pasangan saya nanti.

nggak.

pokoknya kamu bahagian diri kamu sendiri dulu ya, baru bahagiain saya. nanti biar tangan tuhan yang bekerja untuk menunjukkan hasilnya.

ingat ya, saya tidak akan pernah lelah nunggu kamu disini. karena entah mengapa; saya menemukan diri saya dalam diri kamu.

maaf seandainya bila saya terlalu membebani ataupun menuntut kamu ya, saya tidak pernah bermaksud.

dari saya,
yang menunggu kamu disini

heuheu :3

Sabtu, 22 November 2014

Wawancara bersama Maila'ul lagi^^

ada baiknya membaca wawancara pertama dan kedua saya kemudian membaca beberapa mimpi saya baru membaca post ini agar anda percaya, bahwa tuhan itu selalu mendengar dan akan mengabulkan doa kita, meski terkadang jawabannya tidak selalu sama seperti apa yang kita minta :)

***
-Hai Mai, gimana kabar? Sehat? Ada cerita apa nih?

Alhamdulillah. Fisik sehat. Hati kaga karena sering denger lagu ‘’sakitnya tuh di sini’’ hhh. Kaga ding. Inshaallah sehat.  Banyak cerita nih. Mulai dari udah lulus SMA, nggak keterima di PTN, jatuh cinta lagi sama orang dan bisa bikin gue nulis buku tapi sekarang terbengkalai, dan sekarang jadi seorang pegawai.

-jatuh cinta? Wahwahwah sepertinya seru! Ayo kita mulai wawancara ini dengan cerita jatuh cinta kamu!

Hmm,ok. Mari kita mulai bercerita dari bulan November tahun lalu.

November  tahun lalu, gue inget banget ada penghuni baru di depan rumah gue. Kebetulan di depan rumah gue ada kios kosong  dan di sewa sama penghuni baru ini buat jadi warung pecel lele gitu. Dan salah seorang pegawainya menarik perhatian gue. Seorang Kamtis family. Cuma gue nggak tau namanya. Miris banget deh tinggal depan-depanan tapi kaga tau nama. Trus yaudah gue cuma senyum-senyuman doang kalau gaksengaja tatapan mata. Ngajak kenalan kaga berani walaupun  waktu itu sering banget terlibat percakapan.

Dah, datanglah bulan Desember dimana gue mau liburan ke Semeru. Gue kan ikut kesana karena ada seorang teman yang gue suka kan sebut namanya A(iya gue emang nyukain banyak orang._.) trus yaudah gue lupa sama tetangga depan rumah gue itu dan mulai berdebar-debar saat liburan ke Malang karena bisa berlama-lama dengan A.

Pas di Malang kenalan sama seorang warga lokal dan gue naksir lagi. Keren deh pokoknya orang lokal ini. Trus ternyata setelah beberapa hari di Malang dan jauh dari rumah, si A yang gue suka ini mulai keliatan sifat aslinya gitu. Jorok. Nggak bertanggung jawab. Pokoknya gue geli abis gitu. Ilfeel parah.

Eh gue malah naksir temennya,si B. Temen seperjalanan gue juga. Dia orangnya kalau di sekolah tuh slenge’an tapi pas jauh dari rumah ya, sifatnya tuh bener-bener mencerminkan ‘’bapaknya anak-anak banget’’

Trus,udah. Abis itu kan ke Jakarta nih bulan Januari, ternyata perasaan suka gue lebih besar ke orang lokal yang di Malang itu daripada ke si B. Depan rumah gue juga berubah jadi kios warnet dan PS. Cowok yang nggak gue ketahui namanya itu juga ngilang.

Yaudah deh dari bulan Januari sampai Maret kalau gaksalah, gue ngegalauin orang lokal dari Malang ini terus. Berdoa semoga bisa bertemu lagi mulu. Dan dari kegalauan gue itulah lahir 3 buah buku. Kalau biasanya dalam bentuk kumpulan cerpen, kegalauan gue kali ini dalam bentuk buku puisi.

Iya. Gue nulis puisi sampai 3 buku. Gokil nggak sih. Padahal dulu pas ujian praktek di suruh nulis puisi gue nggak bisa,hhh. Judulnya “May and Junne, Little star dan 3’’. Buku puisi yang judulnya May and Junne udah di baca banyak orang dan pernah menjadi bahan diskusi dan dijadikan musikalisasi oleh para mahasiswa STIAMI beberapa bulan yang lalu.

Sementara buku puisi yang berjudul ‘’3’’ tidak selesai karena di pertengahan halaman, gue pernah di sindir sama si B. Dia bilang gini

‘’mai, udahan sih lu ngegalauin orang Malangnya. Move on’’ trus dia senyum. Gue meleleh.

Trus yaudah sisa halaman dari buku puisi berjudul ‘’3’’ itu tentang si B. Dan gue langsung beneran bisa move 
on dari orang Malang itu dan tergila-gila sama si B ini.

Gue inget, dulu gue sering banget pura-pura nggak tau sesuatu yang udah gue tau, trus minta penjelasan ke B biar kita bisa terlibat obrolan. Gue suka ekspresi ketika dia menjelaskan sesuatu. Diam dan cara dia mengingat sesuatunya itu selalu bikin gue penasaran dan jatuh cinta.

Gue inget banget juga waktu minggu-minggu tenang sebelum UN, gue pernah berdiri bersisian sama dia di suatu siang yang mendung sambil memandang ke arah bendera yang lagi mau diturunin sama tim paskibra. Dia lagi pakai headset yang memutar lagu Hey Jude dengan volume yang bisa tertangkap telinga gue. Trus benderanya udah selesai di turunin sama tim paskibranya, dia melepas salah satu headsetnya dan ngomong ke gue

‘’bakalan kangen nih’’

Terus gue cuma nengok ke arah dia dan ngeliat tatapan sayu gemash dari matanya dan tanpa sadar bilang

‘’iya’’

Iya. Bakalan kangen liat bendera di turunin. Masa-masa sekolah. Dan kangen dia.

Trus yaudah. Sampai UN, kelulusan dan 1 bulan pertama setelah lulus isi diary dan lanjutan buku puisi berjudul ‘’3’’ adalah tentang dia.

Tapi lama-lama gue bosen dan akhirnya bulan ke-2 kelulusan nggak ada yang gue sukain karena faktor nggak kuliah,nggak nemu orang baru. Gue hidup kayak zombie.Makan-tidur-solat-mandi. Gitu terus.

Nggak punya gebetan itu nggak enak. Nggak punya inspirasi. Nggak punya penyemangat hidup. Nggak punya seseorang yang bisa dijadikan alasan ‘’harus bangun pagi biar’’.

Nggak ngerasain nyesek karena gebetan deket ama orang lain itu nggak enak. Meskipun lebih sering bertepuk sebelah tangan daripada terbalasnya, tetapi merasakan penasaran, berdebar-debar, khawatir dan rindu saat jatuh cinta itu menyenangkan.

Dan yang seperti gue bilang, gue beneran jadi kayak zombie. Menjadi pengangguran. Eh tapi,sempat kerja sebentar di restoran dan you know what, tempat kerja gue ini ternyata sebelahan sama tempat kerja cowok yang jadi tetangga depan rumah gue dulu yang belum gue tau namanya. Yang karyawan pecel lele itu. 

Namanya Isan(disamarkan). Kita bahkan jadi dekat dan sering berangkat-pulang kerja bareng sampai akhirnya gue resmi menjadikannya masbro gue. Doi lembek banget jadi cowok dah gitu kalau diajak ngobrol kebanyakan ‘’ha?’’-nya. Nggak terduga banget kan gue bisa deket sama cowok yang dulu pernah gue suka?

Dah. Pas gue berhenti kerja dari restoran ini akhirnya gue merasakan jatuh cinta lagi. Tapi sama seorang supir mobil box. Cerita jatuh cinta kami seperti sebuah pepatah jawa ‘’weting tresno jalaran soko kulino’’ yang kalau tidak salah berarti ‘’cinta bisa datang karena terbiasa’’

Iya, dia biasa lewat depan rumah gue tiap abis ashar gitu. Gue suka liat. Awalnya suka senyum lama-lama kasih klakson. Lama-lama,lama-lama,lama-lama, sampai akhirnya gue digantungin nggak jelas sama dia dan kabar terakhir yang gue tau sih dia ngilang entah kemana katanya sedang melaksanakan akad nikah.

Ya itu cerita kisah cinta gue selama setahun belakangan ini. Hhh

-EEE itu serius?

Nggak tau sih. (mencoba) nggak peduli juga,hehe. Abis apa rasanya di gantungin nggak jelas tanpa keterangan hingga lama. Tetapi kembali lagi lah,siapa saya ini. Dear kamu, kalau kamu beneran nikah semoga bahagia,dan menjadi keluarga yang sakinah,mawadah dan warohmah ya.hvft.

Btw, ngomong-ngomong soal nikah, tahun ini juga 2 mantan gue udah nikah. Dua-duanya memiliki kesan mendalam lagi :’(

-EEEEEE itu serius lagi? Cerita! Di undang nggak?

Serius.

Yang pertama menikah karena dia menghamili kekasihnya. Prosesnya bikin gue sakit hati. Jadi sehari sebelum dia menikah itu dia ngajak gue balikan. Waktu itu gue nolak karena gue udah terlalu sering balikan sama dia. Ada kali ampe 5x hh. Trus yaudah kan ya, besokannya gue nggak ketemu. Seminggu kemudian pas refresh beranda Facebook, gue bengong nggak karuan waktu feed pertamanya adalah dia yang mem-post album foto baru berjudul ‘’my wedding’’. Di salah satu foto ada keterangan tanggal. Dan tanggalnya itu sehari persis setelah gue tolak.

Disitu gue merasa masuk acara ‘’Jebakan Batman’’. Gue ngeliat sekeliling siapa tau ada CCTV dan bakal ada host yang nyamperin gue dan bilang bahwa ini semua bercanda. Tapi nggak ada. Dan kebeneran banget pas gue keluar dari warnet dengan kepala pening, dia muncul. Iya, mantan gue itu.

Yaudah gue minta penjelasan dan dia bilang dia terlalu shock dan gakpercaya kalau pacarnya hamil dan dia harus nikah. Trus gue nanya, lo ngerasa ngehamilin nggak. Dan dia bilang iya tapi pakai kondom kok.

Gue diem. Ngebayangin aja gitu kalau waktu itu gue nerima ajakan balikannya nasib pacar-eh istrinya sekarang ini gimana. Pasti bakalan heboh banget. Tapi gue bersyukur banget. Gue pernah ngarep banget dia jodoh gue taunya dia sampai kebablasan gini. Ya pergaulan.

Dah.

Yang mantan satunya lagi ini juga nyesek.

Sehari sebelum dia nikah, gue ceritanya lagi ketiduran nih di mushola. Pas masuk waktu ashar, dia ngebangunin gue. Dia tau aja gitu tiap gue lagi punya masalah suka tidur di mushola. Yaudah abis shalat ashar kita sharing bentar. Trus dia sempet ngomong gini

‘’neng jadinya nikah mau umur berapa?’’

Gue jawab ‘’nggak tau A Jon (fyi, dia lebih tua 4 tahun dari gue, Jon nama samaran)’’

Dia bilang gini ‘’daripada nganggur mending nikah ama Aa aja neng’’

Trus gue nyengir dan pamit balik ke rumah.

Besoknya, jalanan depan rumah gue ditutup gitu ada yang nikahan. Gue nggak ngeh yang nikah siapa sampai akhirnya gue iseng nyamper ke tempat pager ayu yang kebetulan adik-adikan gue gitu dan pas tau siapa yang nikah, gue mendadak gakbisa bernafas.

Yang nikah mantan gue si Jon itu. Nggak begitu nyesek sih guenya.

Pas tau siapa yang jadi pasangannya ini gue agak jleb.

Jadi gini, pas gue pertama kali pacaran sama, sebutlah A, gue pernah di ganggu sama seorang cewek. Dan cewek yang ganggu hubungan kita tuh ya yang nikah ini. Untung nikahnya bukan sama si A. Tapi tetep aja gue nggak ikhlas ngeliat salah satu mantan gue nikah sama cewek yang nggak gue suka hhh.

Nggak berhenti disitu, nggak taunya gue di undang. Dan gatau ya, semesta beneran kompak banget. Pas gue dateng dan sedang berbaris mau ngasih selamat, gue nggak nyadar kalau di belakang gue itu mantan gue si A.

Kampretnya, di kirain si Jon gue emang sengaja dateng sama si A. Kebetulan fotografrernya itu kakak sepupu gue yang tau kalau kita ber-4 nih pernah ada kisah asmara. Gue dikerjain trus yaudah di suruh foto bareng. Asli. Awkward abis wkwk

Dan gara-gara itu, tiap gue liat istrinya si Jon, gatau kenapa gue bawaannya pengen nangis aja gitu. Gue tau banget Jon ini orangnya baik dan sikapnya tuh udah mencerminkan ‘’bapaknya anak-anak banget’’. Agak nggak ikhlas aja gitu ngeliat dia punya istri yang begitu. Gak boleh asal judge sih, mana tau kan ya kalau ternyata lebih baikan si istri ini daripada gue,tapi tetep aja nggak ikhlas. Gitu deh.

Gara-gara itu juga gue sempet pengen nikah. Pengen aja gitu ada yang melindungi, mengayomi dan membimbing (PACARAN AJA AMA POLISI). Pengen juga ngerasain gimana sih rasanya kalau sore-sore nunggu suami pulang kerja. Gitu deh. Gitu lah. Hvft

Dah ah.

-EEEE ini gue bengong ngedenger ceritamu Mai. Pukpuk yaaa. Trus sekarang gimana?

Sekarang sih, nggg. Gimana ya jelasinnya. Jujur gue masih nunggu kejelasan dari supir mobil box yang ngilang ini sih. Kampret bener udah ngambil hati gue trus main pergi aja. Nggak bisa gitu. Tapi soal hubungan dengan mantan-mantan gue yang udah nikah ini sih alhamdulillah baik. Yang hamil duluan anaknya udah lahir. Cewek. Ama istrinya sih gue nggak negor. Nggak kenal juga lagian.

Nah kalau sama mantan satu lagi si Jon ini gue masih rada sulit mengendalikan perasaan. Masih baper gitu lah

-Sudah-sudah move on donggg!

Iya, nanti ya awal tahun,hhh

-ngomong-ngomong soal awal tahun, ada rencana kemana nih Mai tahun baruan nanti?

Waini. Masih kosong nih,hehe.

Bila menengok sedikit ke beberapa tahun belakang, tahun baruan gue selalu beda dan punya cerita sendiri.

2011 ke 2012 tahun baruan pertama gue di SMA gue habiskan bareng sahabat pertama gue di rumah nonton FoKe duet bareng Wali di tv. Inget banget gue wkwk. Waktu itu ceritanya kita lagi makan dan nyari channel bagus dengan mulut penuh nasi goreng. Eh pas gak sengaja berhenti di salah satu channel kebeneran pak Fauzi lagi nyanyi di bagian ‘’INGAT MATIIIII INGAT SAKIT INGATLAH SAAAT KAUUUU SULIT’’ trus gue sama sahabat gue ini saling lirik-lirik dan menatap penuh awkward dilanjutkan dengan ketawa ngakak ampe tersedak nasi goreng. Asli suaranya maksa banget. Trus pas udah pergantian tahunnya gue sama sahabat gue ini tiduran di kasur dan curhat macem-macem tentang yang udah terjadi beberapa bulan kebelakang sejak pertama kita kenal dan menghayal harapan kita untuk tahun berikutnya.

2012 ke 2013 tahun baruan gue tadinya mau bareng sama sahabat gue ini lagi tapi ternyata dia nggak bisa. Trus yaudah gue sama temen-temen rumah. Niatnya mau konvoi gitu. Tapi gatau kenapa gue hawanya males banget. Trus yaudah gue tahun baruan di rumah sendirian. Semua orang di rumah pada pergi. Gue jaga kandang di kamar. Niatnya waktu itu mau beresin buku kalau gak salah, eh malah stuck baca-baca diary dan nostalgia setahun ke belakang. Ujung-ujungnya nangis kejer. Sampai meraung-raung kayak orang kesurupan gitu deh wkwk. Trus untuk menyamarkan suara tangis gue setel TV. Kampretnya, acara yang kesetel ada FoKe(lagi) hhh. Trus abis pak Fauzi nyanyi gantian Noah tampil dan nyanyiin lagu yang gini liriknya ‘’AIRRRRRR MATA INIIIIIII MENYADARKANKUUUUUUUUU, KAU TAAAAKKKAAAN PERNAH MENJADIIIII MILIKUUUUUUUUU HOOOOOOO’’. Eh kampret bener gue malah tambah kejer,hhh

2013 ke 2014 tahun baruan gue di rayakan di Malang. Seru dan berkesan banget nih. Jadi kan pas tanggal 31 Desember pagi itu kita baru sampai di Malang,cape banget kan tuh berjam-jam di kereta. Yaudah abis pada mandi lansung pada istirahat dan berniat bangun malem langsung tahun baruan gitu. Pas mau maghrib cewek-ceweknya pada bangun dan nggak taunya cowok-cowoknya udah pada start jalan-jalan duluan. Bt dan kesel kan tuh, yaudah kita nyusulin. Baru mau jalan eh gerimis. Kita bimbang deh tuh nyusul apa nggak. Nggak mau sakit juga masak nanti naik gunung fisiknya nggak kuat. Tapi kita bodo amat akhirnya nerobos ujan. Cowok-cowoknya ternyata juga pada keujanan dan neduh di salah satu fastfood ternama gitu. Trus yaudah kita nyusul dan ikut neduh di situ sampai ujan reda. Nunggu lama akhirnya reda kan, yaudah kita muter-muter dan milih ke alun alun kota Malang. Pas sampai sana ternyata sepi. Dikirain tuh bakal rame kayak di Monas gitu tiap tahun baru. Yaudah kita kongkow bentar di salah satu angkringan. Ngopi-ngopi dan ngangetin badan gitu. Menurut gue itu best momment banget. Di situ kita lebih banyak bengong daripada diskusinya. Muka-mukanya tuh pada pasrah dan nggak tau apa yang bakal dan menanti besok gitu. Lucu deh. Trus abis itu tiap menit ada aja pengamen yang dateng. Kebetulan temen gue ada yang bisa main gitar dan suaranya bagus gitu. Yaudah kita punya rencana mau ngamen nanti. Pas kopinya abis, kita akhirnya memutuskan buat pulang aja karena ternyata di alun-alun nggak ada apa-apa. Apesnya, nggak ada angkutan umum sama sekali. Yaudah akhirnya kita jalan dari alun-alun sampai rumah tempat kita menginap. Asli jauh banget. Untung ada yang hapal jalan. Pegel sih. 

Tapi kita menganggap itu pemanasan buat besok naik gunung gitu. Selama pulang itu juga jadi sarana saling mengakrabkan diri sih. Kita jalan sambil ngobrol, becanda, sampai ada temen cowok gue pada buka baju di jalanan. Katanya pemanasan. Nanti kan di puncak gunung juga bakal buka baju. Padahal disitu udaranya dingin banget,hhh. Pas sampai rumah, ternyata orang yang punya rumah lagi bakar-bakar jagung gitu. Yaudah kita ikutan dan nggak beberapa lama di kejauhan terlihatlah kembang api yang menandai pergantian tahun. Seorang penghuni rumah nyeletuk ‘’tadi tuh di alun-alun bukannya sepi. Kaliannya aja yang pada kesorean. Belum ada jam 9 udah kesana’’. Trus kita pada diem tapi bukan karena nyesel.

Nah , plan untuk 2014 ke 2015 ini yang masih kosong

-Hm, gak berniat buat naik gunung lagi aja Mai?

Pengen sih, tapi naik kemana? Pasti tahun baruan gitu kuotanya pada penuh. Lagian kan juga harus pesen tiket dari beberapa bulan sebelum hari H. Udah nggak bisa L

-iya juga ya. Ok,ok semoga nanti bisa nemu deh plan tahun baruan kemana ya hehe. Ganti topik! Katanya udah jadi pegawai nih? Eh trus pernah kerja di restoran juga? Ceritaaa!!

Sebenarnya nggak tau sih bisa disebut pegawai apa bukan,hh.

Jadi kan waktu tau nggak keterima PTN baik via SNMPTN/SBMPTN nyesek banget tuh. Kandas sudah impian untuk di UI ataupun UNDIP. Trus abis itu pas mau daftar kuliah di sebuah universitas islam swasta di Bekasi, nyokap kena usus buntu. Karena gue anak pertama ya gue ngalah deh buat nggak kuliah dulu dan ngerawat nyokap. Lagian juga gue masih pengen di UI. Pas nyokap udah sembuh, gue langsung disuruh kerja. Tapi nggak tau kenapa ya, tiap gue udah siap sedia menulis, pas ngeliat kertas folionya fikiran gue langsung ikutan bergaris-garis. Kacau. Nggak tau apa yang harus gue tulis. Padahal dulu pas baru masuk kelas 12 udah belajar bikin lamaran. Tapi baru beberapa bulan lulus udah lupa. Gue mau nangis deh tiap baru nulis ‘’SURAT LAMARAN PEKERJAAN’’

Sampai akhirnya waktu itu mulut gue nyeplos gini saking keselnya ‘’bodo amatlah, gue mau kerja yang nggak harus bikin lamaran dan pakai seragam’’. Nenek gue yang ketika itu mendengar menyahut ‘’mau jadi apa? Kuli?’’

Dan memang benar seminggu kemudian gue menjadi kuli. Kronologisnya gini, rumah yang gue tinggalin itu tiap banjir selalu kebanjiran. Nah nenek gue tahun ini dapat arisan gitu. Yaudah uangnya buat ninggiin rumah ini. Tarif kuli kan mahal. Trus kebetulan kakak sepupu gue juga baru di wisuda dan belum dapat kerja. Yaudah deh,kita sebagai 2 orang pengangguran dipaksa menjadi kuli dengan alasan membayar kuli mahal.

Jadi kuli deh gue. Ngaduk semen. Motongin kaso. Motongin keramik. Nge-cat.

Gara-gara jadi kuli ini nih, gue kenalan sama JKT48. Jadi kan kalau lagi kerja gitu suka BT kan capek. Nah, kakak gue yang kebetulan seorang vvota yang sudah cukup lama sering banget kerja sambil dengerin lagu-lagu JKT48. Ternyata setelah di dengarkan, lagu-lagunya mereka ini membuat bersemangat dan ceria yak,hehe.

Gue tadinya cuma niat mau minta lagu-lagunya aja tuh dari hp kakak sepupu gue, tapi nggak tau kenapa tangan gue gatel buat main ke galeri dan notesnya. Eh trus akhirnya sama kakak sepupu gue ini gue malah dikenalin apa itu JKT,dll,dst,dsb. Nggak berlanjut sampai disitu, 2 hari kemudian pas kebetulan ada teater gue diajak nonton sama temen-temen kuliahnya yang juga vvota. Asli. Gue nggak ngerti apa-apa. Kayak orang bego sendiri dateng ke teater pake jaket Kamtis Family Ancol. Sempet beberapa kali dilirik sama orang-orang wkwk.

Ok lanjut soal kerjaan dulu. Udah hampir 2 mingguan gue jadi kuli, temen-temen gue jadi pada kasian gitu dan pada ngasih info loker ke gue. Tapi ya seperti gue bilang tadi, gue bukannya nggak mau. Tapi tiap mau nulis surat lamaran tuh fikiran langsung blank.

Sampai suatu hari tante gue dateng dan nawarin pekerjaan jadi waitress di sebuah kafe. Dia bilang gausah bikin lamaran. Soalnya lagi butuh banget. Kalau mau besok langsung kerja. Dan yaudah besoknya gue langsung dateng dan di interview. Nah pas di interview-nya ini gue agak bimbang.

Jadi karena kekurangan pegawai dan nggak mampu ngasih gaji yang cukup, waitress juga akan merangkap menjadi koki. Itu artinya, kalau gue mau kerja disini, gue juga harus bantu masak.

Gue?

Masak?

Waktu naik gunung kemarin aja gue masak sarden sama nasi kagak beres. Hhh

Tapi nggak tau kenapa mulut gue main asal bilang ‘ya’ meskipun hati gue ini pengen bilang ‘nggak’. Trus yaudah hari itu juga gue langsung kerja. Gue inget banget 3 hari pertama kerja gue banyak melakukan kesalahan yang memalukan.

Mulai dari pas mau masak nasi di magic jar, beras sama airnya udah gue masukin tapi tombolnya lupa gue kebawahin biar masak. Walhasil pas ada orang mau pesen nasi dan pas buka magic jar kaget. ‘’kok nasinya nggak mateng-mateng daritadi?’’ pas nyadar tombolnya belum dipencet, pelanggannya kecewa karena udah laper banget dan dia akhirnya pesen pop mie sama kentang goreng.

Trus ada lagi, gue di suruh buat nyuci cabai untuk bikin sambal. Gue main asal nyuci cabai aja gitu pakai tangan. Gue nggak tau kalau abis nyuci gituan tangan jadi panas. Begoknya lagi, udah tau tangan bekas nyuci cabai, berkali-kali gue ngucek mata. Yaudah mata gue juga jadi pedes dan gue nangis berkali-kali.  Trus dikasih tau deh sama kepala koki, kalau nyuci cabai, cabainya ditaruh di tempat trus diaduk-aduk aja pakai spatula. Trus rendam pakai air hangat sedikit. Nanti kotorannya juga pada keluar. Nggak perlu diaduk pakai tangan. Nanti akibatnya ya kayak kamu gini. Trus gue Cuma bisa diem. Hhh

Dan ada lagi yang bener-bener malu-maluin. Tiap gue disuruh motongin daun bawang ataupun bawang bombay, pasti gue nangis kejer banget. Yang lucu pas pertama kalinya disuruh motong. Kepala koki sama pelanggan yang kebetulan ngeliat gue sampai panik. Ditanyain ‘’kamu nangis kenapa? Kena minyak apa kenapa?’’ trus pas gue bilang ‘’ini daun bawangnya bikin perih’’. Kepala koki sama pelanggannya langsung pada nyeletuk ‘’ya ampuuun’’. Hh, Malu-maluin deh. Nangisnya kejer soalnya. Bukan keluar airmata gitu doang. Tapi akhirnya sih hari ke 5 kalau nggak salah, gue udah bisa motong tanpa nangis. Berkat google dan permen karet,Hehe

Memasuki hari ke 11 gue kerja di kafe ini, gue mulai merasakan kebosanan  gitu. Soalnya dari semua pegawai, gue doang yang umurnya masih di bawah 20 tahun dan single. Sementara pegawai lainnya udah dia atas 20an dan bahkan ada yang udah punya cucu. Gue jadi nggak punya temen ngobrol gitu. Sampai akhirnya yang gue bilang tadi, pas iseng gue main ke toko sebelah gue kok ada salah seorang pegawainya yang familiar, eh bener itu si cowok yang dulu ngontrak di depan rumah gue. Gue kenalan dan dia jadi satu-satunya teman gue di lingkungan kerja itu.

Hari ke-12 ada salah seorang pelanggan datang yang kebetulan dia orang Korea dan nggak begitu lancar berbahasa Indonesia. Kalau pesan makanan dia ngomongnya pakai bahasa Inggris gitu. Karena gue lumayan lancar dan bisa, yaudah setiap dia datang, yang kasih service gue. Siang itu, habis gue anterin nasi goreng udang pesanannya dia nanya ke gue.

‘’umur kamu berapa?’’

‘’18 tahun pak’’

‘’hah? 18 tahun kok kerja di dapur? Kamu tau? Kalau di Korea umur segitu tuh jadi model’’

Trus gue cuma diem dan memandang dia dengan tatapan-lah-urusan-ma-gue-paan-sob? Hhh

Lalu dia melanjutkan,

‘’daripada kamu kerja di dapur kamu kerja sama saya saja. Bisa komputer kan?’’

‘’bisa pak. Kerja apa?’’

Lalu dia menjulurkan tangannya

‘’saya Martin. Martin Tang Naiyong, Dokter spesialis kulit. Saya butuh asisten untuk bantu buat kartu pasien,mencatat data pasien ataupun ikut saya praktek ke tempat pasien. Kamu mau? Kalau mau temui saya di sini besok’’ dan dia memberikan kartu namanya.

Trus gue pamit dan mengucapkan terima kasih.

Dan gue bimbang deh.

Tapi besokannya gue dateng sih. Untuk interview dulu. Dan pas di interview dia bilang gue akan di training dulu dengan gaji 1,2 sampai 3 bulan. Lalu naik 1,5 tapi nanti akan naik lagi sampai mentok 2,7. Jam kerjanya Senin-Jumat 9.00 s.d 17.00. Tapi nggak ada uang makan. Cuma di sediakan microwave di tempat kerjanya.

 Gue dulu waktu kecil pernah punya cita-cita kalau bisa gue membuat lapangan kerja. Bukan ikut dalam lapangan pekerjaan. Atau kalau terpaksa, gue mau yang gajinya harian atau mingguan. Nggak mau bulanan. 

Trus gue jadi galau gajelas gitudeh hhh.

Tapi akhirnya sih tanggal 20 Oktober kemarin gue resmi menjadi asisten pak Martin ini. Sampai sekarang. Waktu 2 minggu pertama kerja gue sempet agak bosen sih. Soalnya kerjanya Cuma duduk doang. Kan nggak setiap hari ada orang berobat. Sementara waktu kerja di kafe dulu gue hampir nggak punya waktu buat duduk. Gerak terus. Dan gue juga punya prinsip kalau yang namanya kerja itu gerak. Bukan diem. Jadinya gue agak bosenan gitu.

Sampai suatu hari sehabis pulang kerja, gue iseng buka diary dan nemu tulisan kayak gini

‘’kalau seandainya nanti mai sampai nggak kuliah ya Allah, semoga mai dapet suatu pekerjaan yang bisa bikin mai tetap bisa sambil belajar biar bisa nyoba kuliah tahun depan’’

Gue terdiam, dan mikir.

‘’iya juga ya, daripada gue Cuma diem nungguin pasien, kenapa gue nggak sambil belajar aja buat ujian tahun depan?’’

Trus gue ketawa-ketawa sendiri dengan mirisnya. Gue bolak-balik lagi diary, gue nemu lagi tulisan

‘’tadi dimarahin mbah grgr masak aja kagak bisa. Yeee suka-suka lah. Lagian udah tau cucunya kaga suka masak, suruh bantuin-_-.
Etapi nanti kalau gue nikah anak gue mau gue kasih makan apa ya Allah. Laki gue...yakali masa pesen A&W 
mulu,harus bisa belajar masak. SEMANGAAATTTTT’’

Trus gue ketawa-ketawa sendiri lagi sampai nepok jidat. Trus flashback sejenak beberapa bulan kebelakang waktu gue bilang gue mau kerja tapi nggak pakai surat lamaran dan seragam. Dan lihat 2 pekerjaan terakhir gue. Gue dapatkan tanpa gue harus menulis lamaran dan memakai seragam tiap kerjanya. Gue ngeluh nggak bisa masak dan pengen belajar masak. Lihat pekerjaan pertama gue. Yah walaupun nggak bisa-bisa banget dan nggak bisa masak banyak jenis masakan, tapi seengaknya gue udah belajar masak. Dan terakhir, saat gue ngeluh bosen kerja duduk doang, kenapa nggak gue manfaatkan sekalian buat sambil belajar seperti apa yang pernah gue minta sama tuhan lewat diary gue?

Subhanallah.

Gue langsung ketawa-ketawa lagi tapi langsung nangis. Rasanya ada yang mengelus hati ini secara pelan gitu. 

Gue inget lagi waktu gue gakdapet SBMPTN dulu gue sempet marah sama Allah

‘’ya Allah, kenapa mai gakdikasih di UI? Kenapa?’’

Dan gue baru nyadar jawabannya sekarang.

Karena tuhan tau apa yang terbaik buat gue. Tuhan lebih tau apa yang gue butuhkan. Bukan sekedar gue inginkan.

Sungguh, terkadang tuhan memang Maha Pemberi kejutan yang tak terduga dan memang benar janjinya dalam Al-qur’an itu tidak bohong


Trus yaudah deh sekarang gue kerjanya udah nggak males-malesan lagi. Sekarang bawa beberapa buku pelajaran juga ke kantor. Kalau lagi bengong gitu kadang baca-baca buku pelajaran lagi. Alhamdulillah juga pak Martin pengertian. Pokoknya senang-senang-senang :3

-gilakkk, dalam beberapa bulan banyak banget ya yang terjadi sama lo,hehe. Syukur deh kalau lo seneng. Eh, 
bentar-bentar, lo bilang lo jadi vvota? Emang lo ngerti Jejepangan gitu? Cerita!!!

Iya jadi kan udah tuh gue dikirim lagu-lagunya sama kakak sepupu gue. Trus gue dengerin-dengerin-dengerin, gue mikir ini kenapa lagunya gue banget semua. Sebenernya kalau gue bilang lagu-lagunya mencuci otak gue banget sih wkwk. Tapi ada beberapa lagu yang pernah terputar di momen yang pas banget.

Kayak waktu itu nih kan gue lagi duduk abis ashar, nunggu supir mobil box itu,hehe. Lamaaa banget ampe hampir maghrib. Hampir putus asa banget. Mana gue belum mandi waktu itu. Trus pas gue iseng nengok-nengok, keliatan tuh mobil boxnya dari kejauhan, trus lagu di hp gue berganti dari lagunya Depapepe ke lagunya JKT48 yang Binggo!. Trus gue langsung kayak semangat gitu, lagunya juga kampretnya pas banget.

‘’...cowok tipe idamanku itu, bagai di tarik ketempat ini ...begitu cepat tanpa ku sadariiiiiii..’’

Nggak tau kenapa ya, mobilnya tuh jalannya pelaaaaaaaannnn banget, gue jadi geregetan sendiri tapi gue juga nggak pengen dia cepet-cepet lewat dan ngeliat muka gue. Dekil banget mana minyaknya berliter-liter pindah ke muka,hhh.

Tapi pas dia lewat,,,gatau ya kayaknya emang sengaja di pelanin gitu jalannya, tapi akhirnya dia melihat gue. Trus dia melirik, gue melirik, trus dia senyum, gue nggak membalas senyumnya-sok jual mahal-trus dia menaikkan alis kanannya sambil senyum lagi, dan gue langsung meleleh dan membalas senyumnya. Abis itu dia geleng-geleng kepala trus gue ketawa.


‘’saat mata bertemu, dada berdegup kencang, di dalam hati ini, tanpa sadar ku berteriaaaaaaaaakkk,,,’’

Sumpah, gue inget banget pas mobil dia udah berlalu lumayan jauh gue langsung lari ke rumah, narik anduk, ke kamar mandi dan langsung karaukean lagu Binggo! Sambil joget senam SKJ


Trus gue inget banget abis gue teriak kayak gitu listriknya langsung turun wkwk. Anjir gue ngakak sendiri waktu inget pertama kalinya denger lagu Binggo! Hvft.

Trus, waktu itu kebetulan temen kuliah kakak gue pada dateng nih, main-main. Padahal mah, biasa pada numpang molor. Tapi ternyata mereka pada mau terateran juga. Trus kebeneran salah seorang temen kakak gue nggak bisa ikut. Sayang kan tiketnya, trus akhirnya gue yang diajak. Tadinya gue nggak mau tapi gue nyoba-nyoba aja. Pas sampai di lokasi, gataunya masih belum mulai kan, trus kita muter-muter, kakak sepupu gue bayar buat member ofc apa gitu gue nggak ngerti. Trus gue ngeliat banyak cowok yang cool cool gitulah.

Pas tetaerannya udah mulai dan masuk lokasi. Gue inget gue planga-plongo kaga ngerti apa-apaan wkwk. Kakak sepupu gue berisik banget manggil Melody. Sebelah gue manggil Ve. Trus pada teriak-teriak tiger fire cyber apalagi gitu gue lupa. Gue Cuma bengong aja gitu. Tapi ada satu momen dimana gue tanpa sengaja bertatapan sama seorang member yang kata kakak sepupu gue namanya Viny dan dia senyum gitu trus gue langsung bilang ‘’lucu’’ trus yaudah sampai acaranya selesai gue ngeliatinnya Viny mulu.

Besokkanya gue nyari tau tentang si Viny ini dan gue nemu blognya yang bikin gue ‘’ih gila ini orang gokil’’
Trus yaudah gue langsung daftar jadi fans jkt48 beroshi Viny.  Cuma gue baru sebatas gini-gini doang sih. 

Nggak kayak kakak sepupu gue yang kamar sama dekstop laptop isinya Melody semua hhh. Tapi sebenernya gue nggak cuma suka sama Viny sih. Sama Yona dan Ghaida juga. Abis mereka sama kayak gue bondol gitu. Sama Kinal dan Jeje gue juga suka sih. Yaelah semuanya aja-_-

-*brb googling Viny* wah iya mai,dia lucu ya, senyumnya nggak nahan,hhh trus trus masih jadi Kamtis nggak?

Masih kok, Cuma ya udah nggak seaktif kayak pas masih SD dan SMP dulu. Oiya, Endank Soekamti udah rilis album barunya loh #KOLABORASOE Cuma nggak dirilis secara gratis kayak pas album #8 L yaelah fans kok maunya gratisan wkwk. Cari-cari infonya di Youtube dan request di radio kesayangan kalian yaaaa

-kok malah promosi? Dasar! Eh bentar-bentar. Rambut lo kok nggak bertambah panjang-panjang sih?

Iiih, ini udah panjangan tauk-_- iya gue gagal buat nggak motong rambut. Tadinya kan gue udah niat, tahun 2014 nggak akan potong rambut sampai panjang. Udah tuh. Eh pas bulan Mei poninya udah panjang banget dan sering nyucuk mata. Udah gitu rambut bagian belakangnya modelnya nggak jelas gitu. Ya kan gue potong sendiri bukan di salon. Jadinya bentuknya aneh gitu. Pertama sih gue potong poni doang. Gara-gara mau interview di kafe waktu itu sama nenek gue di suruh rapiin. Yaudah di potong bob deh. Nah ini udah panjangan dan alur rambutnya udah nggak abstrak lagi hhh

-hmm iya juga ya. Ok kayaknya kita harus sudahi dulu wawancara ini deh, eh sebelum kita tutup, ada kata-kata terakhir atau ada pelajaran nggak yang bisa kamu ambil dari beberapa bulan terakhir ini!

Hal-hal yang bisa gue pelajari dari beberapa bulan ini?

Banyak!

Setelah apa yang terjadi beberapa bulan belakangan ini, gue jadi percaya dengan kekuatan doa. Gue percaya bahwa apa yang kita ucapkan, bahkan mungkin kita tuliskan-walaupun terlihat sepele, itu bisa menjadi nyata. Dan ini membuat gue menjadi lebih berhati-hati lagi dalam berbicara. Ingat gue yang asal nyeplos nggak mau kerja dengan bikin lamaran?

Untung dikabulkan sama tuhan dan dikasih pekerjaan yang enak. Coba nggak? Dan padahal itu Cuma umpatan asal ceplos saat kesal. Eh malah jadi kenyataan. Pokoknya, jangan pernah sembarangan ngomong.

Trus gue juga belajar, bahwa nggak semua mimpi harus jadi nyata, nggak semua hal yang kita inginkan harus terwujud. Karena nggak semua mimpi berarti baik dan nggak semua yang kita inginkan itu kita butuhkan. 

Gue emang sedih sih nggak kuliah,entah itu di UI,UNDIP ataupun di perguruan swasta. Sementara teman-teman gue punya teman baru, gue nggak. Yang harusnya gue bisa ketemu ayah gue,juga nggak jadi. Tapi dengan nggak kuliah itu gue akhirnya bisa memiliki otot yang lumayan hasil dari ngangkatin semen, bisa belajar masak, ngerti sedikit tentang table manner, bisa kenal sama dokter, bisa dapat gaji(Sekarang belum gajian sih,hh), bisa kenal Viny, dan nulis post blog ini. Coba kalau gue kuliah, mungkin ceritanya lain lagi.
 
Pokoknya yang jelas, semua kejadian beberapa bulan ini semakin meyakinkan gue akan janji tuhan dalam surah Al-Insyirah ayat 5&6 yang berarti ‘’sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan’’. Gue percaya itu. Dan gue juga percaya bahwa tuhan tau apa yang terbaik buat kita. Tuhan tau apa yang benar-benar kita butuhkan. Bukan Cuma yang kita inginkan,hehe. Itu aja sih
 
sampai ketemu di wawancara berikutnya ya^^

Sabtu, 03 Mei 2014

everything change, people too

*post ini saya buat bukan hanya untuk 1 orang. tetapi untuk banyak orang entah pembaca setia blog saya ataupun yang baru baca blog saya. untuk orang yang tidak mengenal saya atau sudah mengenal saya*

''...karena terkadang, orang yang sudah dekat dan mengenal kita hingga puluhan tahun pun mungkin tidak pantas disebut teman,pacar ataupun sahabat. mereka mungkin lebih pantas disebut kenalan. karena disadari atau tidak, ketika kita merasa dan menganggap kita sudah mengenal mereka; sebenarnya kita tidak mengenal sama sekali'' (Quote by: maila'ul)



hai, apa kabar.
aku barusan mengingatmu. sebenarnya tidak hanya barusan. setiap saat aku selalu mengingatmu.
gombal?
terserah kau saja lah, yang jelas aku jujur.

hai, apa kabar.
sudah berapa lama kita saling kenal?
1 tahun? 2 tahun? 3 tahun? 4 tahun? 5 tahun? 10 tahun? 15 tahun?
lama sekali ya rasanya.
tapi entah mengapa, akhir-akhir ini,,,aku malah seperti tidak mengenalmu.

mungkin ini yang dinamakan kejenuhan, kebosanan atau apapun itu orang biasa sebut yang sering terjadi dalam sebuah hubungan.
tapi apa benar yang kurasakan padamu ini adalah bosan?

ah, bila aku melihatmu tertawa seperti itu, entah mengapa aku seperti melihat orang asing yang baru pertama kali bertemu denganmu.
kau berubah.
atau mungkin aku?

aku ingat, tiba-tiba saja entah mengapa bertemu denganmu justru tidak lagi menceriakan hariku.
aku ingat juga hari itu. saat kita hanya diam di sebuah ruangan-dengan jarak yang sangat dekat.
kita dekat. sangat dekat-bahkan aku bisa meraih,merengkuh dan memelukmu.
namun entah mengapa aku justru merasa jauh. seperti ada jurang besar yang memisahkan kita.

kita dekat. sangat dekat. tetapi entah mengapa aku seperti tidak mengenalmu.

keberadaanmu sepertinya tak pernah lagi ku inginkan, aku seperti muak bila melihatmu.
namun jujur saja, bila aku jauh darimu-aku rindu.

ah, aku rindu masa lalu. saat perkenalan kita pertama kali dulu, saat kita masih belum mengetahui satu sama lain-sedang dalam proses pengenalan-mencoba menggali isi hati kita masing-masing.
sekarang, sepertinya aku sudah terlalu mengetahui bagaimana dirimu. dan itu membuat hubungan kita tidak menarik lagi.

menyebutkan apa kesukaan dan apa yang kau benci bisa dengan mudah kulakukan. tetapi, apakah bila kita sudah saling mengetahui kesukaan masing-masing pantas disebut sudah saling mengenal?

aku jadi ingat kata pepatah; ketika kita berfikir bahwa kita tau, sebernarnya kita tidak tau.

ah, ingatkah kau saat awal perkenalan kita dulu?
jujur saja, kau pasti menganggap aku orang yang aneh kan? atau bahkan mungkin dulu kau sempat benci kepadaku?
coba ingat baik-baik bagaimana penilaianmu dulu padaku

.
..
...

sudah?

bagaimana? dulu kau memang menganggapku aneh bukan? bermata kecil dan sipit, berpipi tembam berwajah aneh?

dan hei, sekarang kau malah menjadi dekat denganku!

pernahkah kau disaat malam sebelum tidur memikirkan kembali awal perkenalanmu dulu denganku?

lalu coba, ingatkah saat obrolan pertama kali kita kala itu?
yang bermula dari pertanyaan basa-basi membahas satu topik yang lantas membahas berbagai topik hingga kita tidak menyadari bahwa waktu telah berlalu hingga berjam-jam dan diakhiri dengan tidak mau berpisah dan janji besok akan mengobrol lagi?

ingatkah?

atau pada saat kita mencoba menguraikan dan menceritakan kesukaan dan minat kita masing-masing, pada saat kita mencoba mencari kesamaan dan kecocokan, pada saat kita menceritakan apa yang kita benci dan tanpa sadar ikut membenci apa yang kita benci?

seperti kamu yang tak suka hal-hal berbau korea dan akupun ikut membencinya.

ingatkah juga pada saat kita mendapat permasalahan untuk yang pertama kali? pada saat kita terlibat kesalahpahaman yang membuat kita harus berpisah sementara waktu.
saat kesetiaan dan rasa sayang kita diuji apakah hubungan kita ini pantas berlanjut atau tidak.

saat kita mencoba berbaikan kembali, mencoba melupakan masalah yang ada, mencoba saling menerima kembali; memulai dari awal.

lalu kita pun mulai tertawa kembali. menguraikan mimpi kita masing-masing, berbagi, menangis bersama dan saling berjanji dalam hati untuk tidak mengecewakan satu sama lain dan melupakan.

ingatkah hari itu?

saat hujan datang dan kita habiskan dalam diam sambil menengguk kopi kita masing-masing?
saat hujan datang dan kita terobos dengan penuh keberanian?

saat aku yang menemanimu menunggu dijemput kekasihmu?
saat kita mencoba mencari tau bersama-sama siapakah adik dan kakak kelas yang cute itu?
saat kita menghayal bersama-sama dapat bersanding dengan lelaki-lelaki pilihan kita?
saat kamu dikecewakan kekasihmu pun saat kau bahagia dan dengan segera kamu bagi denganku?

saat kita menertawakan sesuatu yang kita berdua anggap lucu namun mendapat tatapan aneh dari orang karena tidak tau dimana sisi lucu dari apa yang kita tertawakan itu?
saat kita menangis bersama untuk masalah dan duka yang menghampiri kita, saat kita saling berpegang tangan; mencoba menguatkan satu sama lain?
saat aku ataupun kamu dengan berani menegur satu sama lain atas kesalahan yang kita perbuat dengan harapan bisa berubah?

dan pada saat hari itu,
saat kita kembali terlibat masalah ataupun saat kau yang sudah menemukan dunia barumu dan tertawa bersama orang baru yang lebih-menyenangkan, lebih baik daripada aku.

everything change, people too.

I know that.

tapi entah mengapa, saat hal itu benar-benar terjadi, rasanya sungguh menyakitkan sekali.

seandainya aku mengatakan bahwa aku merindukan kamu yang dulu, seperti salah satu lirik lagu, apakah itu boleh?

bukan berarti aku membenci dirimu yang sekarang,tidak.

aku tau, kamu tidak berubah. kamu hanya tumbuh-menjadi dewasa-
tapi jujur saja, aku tidak suka. aku seperti tidak mengenalmu.

atau bahkan sebenarnya -a-k-u-m-e-m-a-n-g-t-i-d-a-k-m-e-n-g-e-n-a-l-m-u

sebuah hubungan agar bisa bertahan memang butuh chremisty. tapi bila rasa itu hilang apa memang benar harus ditinggalkan?

tak bisakah bila terus bertahan?

lalu sekarang bagaimana?
aku sudah mencoba mempertahankan, namun entah mengapa kamu sepertinya tidak melihat pun menyadari hal itu.

tidak rindukah kamu saat kita tertawa lepas bersama dulu?

aku memiliki satu permintaan untukmu, yang kutau meskipun sulit-
aku merindukan kamu yang dulu.
bukan kamu yang sekarang yang sibuk dengan duniamu.

aku ingin kita seperti dulu,
menguraikan kesalahpahaman kita,
meruntuhkan dinding yang memisahkan kita,
mencairkan es dan rasa egois yang ada pada diri kita,
kembali tertawa bersama.

setidaknya, ada alasan yang baik mengapa aku masih harus tetap bertahan berada di tempat yang penuh kepalsuan ini; karena adanya dirimu

Senin, 23 Desember 2013

what I will...




apa yang saya inginkan? saya mau? banyak!
tapi semua itu coba saya urai baik-baik dalam beberapa baris paragraf cerita berikut yang semoga, bisa terwujud satu persatu, amin^^
***
''mbah, kita dimana sih? udah sampai Bogor belum?kok dari tadi keretanya berhenti disini terus? panas nih..''rengek seorang gadis sambil mengusap peluh di dahinya.

sementara itu,kakek tua disampingnya yang dipanggil mbah hanya terdiam sambil mengusap pelan rambut gadis kecil tersebut
''belum, kita masih di Manggarai. ini keretanya ada gangguan sinyal. sebentar lagi juga sampai kok. lagian nduk, kamu harus biasain mulai sekarang buat panas-panasan di kereta. nanti kan kamu kuliah harus naik kereta terus setiap hari''

gadis itu hanya bisa menatap mbahnya dengan bingung? kuliah? lulus SD saja belum.batinnya.
''emang nanti aku kuliah dimana mbah?'' tanya gadis itu dengan bingung.

mbah itu hanya tersenyum ''di Universitas Indonesia...mbah yakin kamu pasti kuliah disana'' jawab mbah itu lalu sambil mengajak gadis kecil itu untuk diam dan duduk tenang sambil menunggu perbaikan sinyal kereta yang tak kunjung selesai

***
kejadian itu terjadi kurang lebih saat aku duduk di bangku kelas 6 SD saat menunggu hari menuju kelulusan. dan beberapa bulan kemudian, 3 hari sebelum natal dan hari ulang tahun mbahku, beliau menghadap tuhan YME karena sakit TBC yang sudah diderita sejak usia 42.

sejak saat itu aku kehilangan sosok laki-laki dewasa dalam lingkungan tempat tinggal. sosok yang meskipun sudah berusia senja,namun tetap bisa diajak berbagi dan berdiskusi akan banyak hal. mulai dari politik, bisnis, ekonomi, pariwisata bahkan hingga bakat,minat serta cita-citaku.

tahun pun berganti dan tidak terasa kini aku sudah menduduki bangku kelas 12 SMA. beberapa bulan lagi, aku akan melepas gelar ku sebagai pelajar dan, ya, aku memilih Universitas Indonesia sebagai tujuanku melanjutkan pendidikan. 

selain karena hanya itu satu-satunya PTN yang menarik minatku, entah mengapa obrolanku beberapa tahun yang lalu dengan mbah sering sekali menghantuiku dan menambah keyakinanku bahwa aku bisa dan memang akan melanjutkan studi di tempat itu.

***
aku memiliki banyak sekali cita-cita aku juga memiliki banyak sekali minat. ya, aku tertarik akan banyak hal. aku besar di lingkungan psikolog. atau lebih tepatnya, sejak aku berusia 6 tahun dan sudah bisa membaca, aku sering membaca buku-buku kuliah milik ibuku yang kuliah di jurusan psikologi islam IAIN Sunan Kalijaga. 

dan saat itu, meskipun aku tidak tau pasti apa itu psikolog, aku berniat untuk menjadi seorang psikolog. menjadi pendengar yang baik untuk masalah orang lain, belajar mengetahui sifat dan karakter serta bahasa tubuh orang saat sedang mengalami berbagai perasaan, dan mencoba membantu memecahkan masalah dalam rumah tangga maupun masalah pribadi


bicara masalah cita-cita, aku juga masih bingung tentang jurusan apa yang akan aku ambil nanti begitu aku lulus dan diterima di PTN. sejak kecil juga aku sudah dijejali oleh cerita-cerita tentang negeri Italia oleh ayahku. ya, ayahku adalah Milanisty sejati yang memiliki impian dapat pergi ke sana suatu hari nanti. dan itu menular kepadaku.

aku juga ingin kesana. bahkan kalau perlu dan bisa, aku mau keliling dunia. melihat sunset di padang sabana di Afrika, melihat langsung tim sepakbola kesayanganku LFC bertanding di Anfield,Merseyside,Inggris. merasakan bulan ramadhan di Rusia dan New York. dan masih banyak lagi.

dan untuk bisa mencapai mimpi-mimpiku tersebut, aku bingung memilih jurusan apa agar aku tidak salah pilih. aku tidak bisa hitung-hitungan. aku terlahir bukan untuk menghitung dengan baik berapa kembalian Budi sehabis membeli 10kg apel.

aku menyukai sastra, filsafat, sejarah, tetapi sejak pemilu gubernur saat Adang Darajatun mencalonkan menjadi gubernur dulu, tiba-tiba aku juga tertarik dengan dunia politik. nah, untuk dapat menyalurkan kesukaanku itu, aku bingung mau memilih jurusan apa.

***
saat ini, yang sedang sibuk kelakukan adalah mencoba belajar kembali materi matematika dari dasar. untuk persiapan berbagai ujian yang sudah menungguku di depan sana. aku juga sudah mulai sedikit-sedikit belajar bahasa Italia dan Jerman, persiapan. jadi kalau suatu hari nanti aku kesana, minimal aku sudah bisa sedikit-sedikit lah^^

yang jelas, setiap malam, atau bahkan setiap aku selesai membaca biografi seseorang entah melalui koran maupun majalah, aku selalu menyusun masa depanku di otakku. ya, bukankah ada pepatah yang mengatakan
''bila kau sanggup memimpikannya, kamu pun pasti bisa meraihnya''
jadi aku selalu rajin menyusun rencana, untuk bisa meraih mimpi-mimpiku.

sudah ada rencana di benakku, dan pasti akan berubah sih suatu hari nanti. tapi aku berharap semoga rencana ini,bisa terwujud. meskipun mungkin tidak semua. walaubagaimanapun juga kan manusia hanya bisa merencanakan, tuhan yang lebih tau apa yang terbaik untuk kita^^

-lulus dari SMA aku akan berkuliah di UI,tentu saja dan semoga (peluk mimpiku dan wujudkan tuhan,amin). soal jurusan, sisa beberapa bulan lagi semoga bisa menuntunku memilih jurusan terbaik.
-saat di bangku kuliah, aku akan aktif di berbagai organisasi. untuk mengasah kemampuanku bersosialisasi dan berdemokrasi.
-aku akan menulis dan harus bisa terbit minimal 2buah buku karyaku yang kini menumpuk di document netbook milik ibuku.
-saat aku berusia 25 tahun, aku akan bekerja menjadi penyiar radio. salah satu cita-citaku kemungkinan besar mungkin aku mengambil jurusan ilmu komunikasi. saat bekerja menjadi penyiar radio, aku juga akan produktif dalam menulis. entah itu dalam bentuk buku dan diterbitkan atau mungkin dalam bentuk opini yang dikirimkan ke media massa.
-kalau tidak jadi penyiar radio, aku ingin menjadi wartawan. aku merasa, saat ini masyarakat butuh berita yang tidak hanya menimbulkan berdecak heran dan justru membuat merasa iri,minder dan sebagainya. aku ingin menjadi wartawan yang dapat meliput berita yang benar,nyata dan dapat membawa perubahan. kalau tidak, aku ingin menjadi wartawan sepakbola saja.
-sambil bekerja di antara 2 pekerjaan yang aku ingini tadi, aku sambil menabung. rencanya, aku hanya ingin 3 tahun bekerja kemudian aku harap tabunganku sudah mencukupi untuk mulai keliling dan menjelajah dunia. kalau  bisa sih aku ingin mendapat beasiswa. jadi keliling dunia sambil belajar. kalau tidak bisa, aku mau keliling dunia sambil bekerja. tapi bukan sebagai TKI.
-kalau setelah lulus aku tidak bisa dapat PTN, aku berencana kuliah di IAIN Sunan Kalijaga juga. sama seperti ibuku. mbahku dulu juga berpesan jika aku tidak bisa kuliah di UI, aku harus kuliah di tempat yang bisa memperdalam ilmu agamaku. jadi kelak aku tidak hanya akan menajadi wanita karier. tapi juga muslimah yang baik.

***
jadi intinya, 10 tahun dari sekarang yang itu artinya ketika aku berusia 27 tahun nanti, aku telah lulus dari Universitas Indonesia dengan nilai yang memuaskan, telah menerbitkan 5 buah buku, telah memiliki pengalaman bekerja menjadi penyiar radio atau mungkin wartawan. dan minimal, sudah sekali berkunjung ke luar negeri untuk belajar ataupun riset untuk bahan menulis novel.

aku tau, banyak yang harus ku lakukan untuk bisa mewujudkan apa yang aku impikan itu. tapi aku selalu percaya bahwa tuhan akan selalu memeluk mimpi-mimpi ku dan memudahkan ku untuk mewujudkannya jika aku mau berusaha dan berdoa. seperti dalam film 'Sang Pemimpi' dari buku yang sama karya Andrea Hirata.

ya, itulah salah satu film yang menginspirasiku untuk berani dan terus bermimpi. sebab, jika orang seperti kita ini tidak memiliki mimpi, mau jadi apa kita?

itulah aku, ceritaku, mimpiku, dan keinginanku yang harus bisa terwujud dalam waktu 10 tahun yang akan datang...mulai dari sekarang :))

ini adalah OST dari film Edensor,kelanjutan film Sang Pemimpi. lagu yang menjadi penyemangatku selain potongan QS.Al-Insyirah/5&6 yang mengatakan bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. 

ya, aku akan terus bermimpi hingga tuhan akan memeluk mimpi-mimpiku. dan meskipun aku tau jalannya akan sulit, aku percaya janji tuhan bahwa sesudah kesulitan itu akan ada kemudahan :)